Jumat, 24 Juli 2020

Pemikiran Sufi - Penglihatan Cinta


Aku berfikir seakan diriku ada.
Sejak kapan aku ada?

Aku yang selalu menyebut diriku dengan kata aku - aku - aku dan aku seakan yang ada hanya aku kecil jasmani fana ini,,,

Padahal ada aku - aku - aku lain di sana yang merintih sakit dan seakan aku lupa bahwa aku yang di sana itu pun juga aku?

Aku lupa diri.
Aku lupa asalku hanya tanah.
Mereka juga dari tanah.
Dan dulunya tanah ini satu.
Hidup, tenang, dan tidak pernah dikenal.

Mata kananku melihatmu mutlak tidak ada.
Sedang mata kiriku justru malah sebaliknya.
Aku pura pura melihat.
Aku pura pura melihat.

Saat kupenjamkan mata maka kalian semua lenyap.
Yang ada hanya Aku..
Yang ada hanya Aku..
Dan Aku tidak butuh siapapun dan apapun selain diri-Ku sendiri.
Kalian semua hanyalah Aku dalam beragam wajah-Ku Yang Maha Suci.

- Rizky Aji Purwantara, S.Hum.
25 Juli 2020, Karangharjo, Glenmore.

Lantunan Mistis - Hidangan Cinta


Aku pura - pura melihat,
Agar aku selamat.

Aku tahu bukan aku yang melihat,
Hanya Dia yang Maha Melihat.

Bukan aku yang bicara,
Yang bicara hanyalah Dia.

Bukan aku yang berkata,
Ini murni ucapan-Nya.

Aku.. Dia..
Dia.. Aku.. Cinta!

Jika masih ada aku dan dia bagaimana bisa disebut satu?
Jika harus disebut satu mengapa harus ada aku dan dia?
Aku miskin dengan rintihan kata - kataku.
Dan Dia kaya dengan segala ungkapan-Nya.

Aku bukanlah aku...
Dia hanyalah Dia Yang Satu.

Aku Satu
Dia Satu
Kita Satu

Tidak ada lagi mendua..
Tidak ada lagi mendua..

- Rizky Aji Purwantara, S.Hum.
25 Juli 2020, Karangharjo, Glenmore.

Minggu, 19 Juli 2020

Galau? Pelajari Teknik Ruqiyah Mandiri dan fungsinya


Diantara teknik ruqiyah mandiri yang perlu diketahui setiap muslim adalah berikut:

1. Menjaga wudhu (Surat Al Baqarah ayat 222)
2. Tiga surat terakhir dalam kitab suci Al-Qur'an (Shahih Bukhari)
3. Memperbanyak membaca surat Al Baqarah (Shahih muslim)
4. Memperbanyak do'a, agar gangguan yang dihadapi segera sirna (buhul, rasa sakit, dll)
5. Menjauhi yang haram/makruh dan menyibukkan diri dengan yang wajib/sunnah
6. Dzikir pagi petang (Ta'awudz Khos)
7. Dzikir Pagi Petang (Basmalah Khos)

Bagi yang halangan?
1. Boleh melakukan teknik diatas dan diniatkan berdzikir bukan membaca kalamullah.
2. Meminta tolong pada orang terdekat (pasangan/saudara) membacakan do'a - do'a yang ada di teknik tersebut.
3. Mendengar audio ruqiyah sesering mungkin, minimal, hingga keluhan berkurang/sirna.

Audio ruqiyah bisa dibuka di link video di bawah ini:

Penulis: Rizky Aji Purwantara, S.Hum.

Basmalah khos (do'a keselamatan)



Dari Aban bin Utsman dari Utsman bin Affan radhiallahu anhu berkata, saya mendengar Rasulullah sallallaahu alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang mengucapkan,

 بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم

“Dengan nama Allah yang tidak ada yang dapat mencelakai bersama nama-Nya apapun yang ada di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Sebanyak tiga kali, maka tidak akan terkena musibah mendadak sampai pagi. Dan siapa yang mengucapkan waktu pagi tiga kali, maka tidak akan terkena musibah mendadak sampai sore hari.

Saat Aban bin Utsman terkena lumbuh, orang yang mendengar hadits ini melihat kepadanya. Beliau mengatakan kepadanya,”Kenapa anda melihat diriku. Demi Allah saya tidak berbohong kepada Utsman, dan Ustman juga tidak berbohong kepada Nabi sallallahu alaihi wa sallam. Akan tetapi hari ini saat saya terkena musibah ini saya marah dan lupa mengucapkannya.” (HR. Abu Dawud, no. 5088)

At-Tirmizi meriwayatkan dalam sunannya, no. 3388 dengan redaksi:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ  (قال الترمذي : حسن صحيح غريب . وصححه ابن القيم في " زاد المعاد " (2/338)، وصححه الألباني في " صحيح أبي داود)

“Tidaklah seorang hamba membaca di pagi setiap hari dan sore setiap malam, “Dengan nama Allah yang tidak ada yang dapat mencelakai bersama nama-Nya apapun yang ada di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” Tiga kali, maka tidak akan terkena bencana apapun.” (At-Tirmizi mengatakan, Hasan sahih gharib. Dinyatakan shahih oleh Ibnu Qoyim di ‘Zadul Ma’ad, (2/338) dan dinyatakan shahih oleh Albani di Shahih Abi Daud)

DR. Abdurrozaq Al-Badr mengatakan, “Ini termasuk zikir yang agung dimana seorang muslim hendaknya menjaganya setiap pagi dan sore hari. Agar dia terjaga dengan izin Allah Ta’ala dari musibah yang tiba-tiba datang atau bencana yang menimpanya atau semisal itu. Qurtubi rahimahullah mengomentari hadits ini, “Kabar (hadits) ini shahih dan ucapan yang jujur. Kami belajar menjadikan sebagai dalil dan pengalaman. Karena sungguh saya semenjak mendengarkannya tidak terkena apapun sampai saya pernah meninggalkannya. Maka saya disengat kalajengking di Madinah waktu malam hari. Saya berfikir, ternyata saya telah lupa berlindung dengan doa itu.” (Futuhat Robbaniyah, karangan Ibnu Allan, 3/100).

Yang sesuai sunah, zikir ini dibaca tiga kali setiap pagi dan sore. Sebagaimana yang diberi arahan hal itu oleh Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam.

Ungkapan :

الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ

“Tidak ada suatupun yang  dapat mencelakai bersama nama-Nya di bumi dan di langit.”

Maksdunya  siapa yang berlindung dengan nama Allah, maka dia tidak terkena musibah dari arah bumi dan arah langit.

Ungkapan:

وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

“Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Maksudnya Maha Mendengar perkataan hamba-hamba-Nyaa. Dan Maha Melihat prilakunya yang tidak tersembunyi apapun di bumi maupun di langit.

Disadur dari:

Sabtu, 11 Juli 2020

Panduan Keluarga Al-Qur'an

*Panduan Keluarga Al-Qur'an*
Oleh: Rizky Aji Purwantara, S.Hum.
Ahad Pagi, 12 Juli 2020.
Karangharjo, Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia.


Adab :
1. Hadir*
2. Istijab**

*Hadir adalah salah satu implementasi dari ihsan, yaitu seakan akan melihat Allah, atau minimal sadar bahwa saat membaca Al-Qur'an Allah sedang bersamanya, mengawasinya dan menyimak bacaannya. Akan lebih sempurna lagi jika dia sadar bahwa di saat yang sama seakan Allah benar - benar mengajaknya bicara (secara tidak langsung) melalui kitab suci-Nya.

**Istijab merupakan salah satu adab terpenting dalam interaksi bersama Allah melalui kitab suci-Nya, istijab ini artinya menjawab, merespon, memenuhi panggilan, yakni melaksanakan perintah jika itu bermuatan perintah, meninggalkan larangan jika ayat yang dibaca bermakna larangan, dan minimal saat ada ayat tentang surga memohon pada Allah agar dimasukkan ke dalamnya, dan saat membaca ayat adzab memohon ampun dan mohon perlindungan agar diselamatkan. Begitupun, saat ada ayat yang menggunakan redaksi istifham (pertanyaan) maka hendaknya kita merenungkan kira kira jika Allah menanyai kita dengan ayat itu kita akan jawab apa? Demikian yang dicontohkan Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wa Sallam pada kita umatnya semoga kita bisa melaksanakan adab adab tersebut.

Jenis:
1. Tilawah*
2. Tadabbur**

*Tilawah merupakan salah satu dari banyak jenis interaksi dengan kitab suci Al-Qur'an seperti qira'ah, tafakkur, tadabbur, dan lain sebagainya namun bagi pemula minimal bisa membedakan apa itu tilawah dan apa itu tadabbur. Tilawah artinya melantunkan sesuai hukum tajwid, dengan bersuara tentunya, boleh dengan melihat mushaf dan boleh pula tidak bagi yang sudah hafal. Sebagian ulama berpendapat melihat lebih utama karena mata mendapat bagian pahala dalam aktifitas tersebut. Wallahu A'lam bisshawab. Setidaknya seorang muslim yang malas membaca Al-Qur'an sehari satu juz atau lebih dari itu. Jangan sampai kurang dari 3 hari, artinya sehari khatam atau dua hari sekali khatam karena dikhawatirkan kita tidak mampu maksimal saat masuk dan terjun dalam proses tadabbur. Bagi yang belum mampu 1 juz per hari maka mari kita berjuang. Karena normalnya orang yang tergolong keluarga Al-Qur'an khatam sekali setiap pekan.

**Tadabbur di sini adalah perenungan mendalam terhadap unsur unsur keilmuan di dalamnya, seperti bagaimana tafsirannya? apa pelajaran di balik ayat tersebut? sudahkah kita mengamalkannya? Demikian salah satu yang kami dapat dari K.H. Ahmad Dahlan pendiri organisasi Muhammadiyah karena sejatinya Al-Qur'an bukan hanya lantunan tanpa makna namun ianya adalah ruh perjuangan sehingga pembacanya dituntut untuk benar benar menerapkan apa yang telah dia baca.

Urgensi Dakwah:
1. Surat Al Furqan ayat 30
2. Surat An Nahl ayat 125
3. Surat Yusuf ayat 108
4. Surat Yasin ayat 21
5. Surat Al Furqan ayat 57
6. Surat Saba' ayat 47
7. Surat Syura ayat 23

Kiat Hafal Al-Qur'an ala Syaikh Yusri

*Kiat Hafal Al-Qur'an ala Syaikh Yusri*



Siapa yang menginginkan hafal Al-Qur'an secara permanen (tidak pernah lupa), silahkan mengikuti nasihat dan masukan yang disampaikan oleh Syaikh Yusri Jabr, Mursyid Tarekat Yusriah Syadziliyah Ghumariyah di Mukattam, Kairo, Republik Arab Mesir.

Rizky Aji, Guru SD Muhammadiyah 18 Kalibaru Banyuwangi adalah salah satu murid beliau saat beliau berkunjung ke Indonesia tahun 2019.

Nasihat pertama, orang yang rutin mengkhatamkan Al-Qur'an selama sebulan sekali, sebulan sekali khatam, sebulan sekali khatam. Begitu seterusnya. Nah, yang model begitu itu, kata Syaikh Yusri, selamanya tidak akan pernah lupa.
Namun, kekuatan hafalannya masih rentan dan berpotensi kecil untuk lupa sewaktu-waktu.

InsyaAllah anda mengenal sosok ulama asal Syam, beliau bernama Syaikh Said Ramadhan Al-Buthy, konon beliau tidak pernah sempat mengkhususkan waktu untuk menghafal Al-Qur'an, namun terbiasa membaca Al-Qur'an, khatam sekali dalam satu bulan, begitu sampai berlangsung lama, sampai tidak terasa buah dari konsistensi itu beliau bisa menghafal Al-Qur'an dengan sendirinya.

Nasihat kedua, orang yang rutin mengkhatamkan Al-Qur'an setiap dua minggu sekali itu lebih baik hafalannya daripada tipe orang yang pertama tadi. Lebih baik hafalannya di sini maksudnya bila dinilai dari segi keakuratan.

Nasihat ketiga, adapun orang yang rutin mengkhatamkan Al-Qur'an selama sepekan sekali tidak akan pernah salah, hafalannya tidak akan melenceng (bedakan: "salah" bukan lagi "lupa").

Syaikh Yusri punya Guru, namanya Syaikh Abdul Hakim.
Selama dua puluh tahun, Guru Syaikh Yusri ini (Syaikh Abdul Hakim) konsisten mengkhatamkan Al-Qur'an sekali dalam seminggu.

Bayangkan, konsistensi Syaikh Abdul Hakim mengkhatamkan Al-Qur'an sekali per-pekan ini terjadi selama dua puluh tahun lamanya, berarti setahun beliau mengkhatamkan Al-Qur'an sebanyak 52 (Lima Puluh Dua) kali.
52 kali terulang selama dua puluh kali, berarti 1.040 kali Syaikh Abdul Hakim pernah mengkhatamkan Al-Qur'an. Wow.

Syaikh Yusri bilang, bahwa suatu ketika Gurunya itu shalat sunah tarawih berjama'ah bersama dengan beliau di bulan ramadhan dan Syaikh Abdul Hakim tidak pernah tidur.

Dari mulai tuntas shalat Isya sampai Subuh, di tengah mengimami kita shalat beliau tidak pernah salah, kata Syaikh Yusri.

Secapeknya Syaikh Abdul Hakim dari mengimami, Syaikh Yusri selaku muridnya pun turun mengimami, menyempurnakan shalat tersebut.

Syaikh Abdul Hakim mendapatkan cara atau metode seperti ini dari Gurunya Syaikh Az-Zayyat, kemudian Syaikh Yusri dapat metode ini dari Gurunya Syaikh Abdul Hakim, inilah yang dinamakan sebagai sanad atau silsilah keilmuan.

Dan setiap bulan Ramadhan tiba, kita masih menyaksikan bagaimana cara Syaikh Yusri tercinta menghidupkan malam, dengan apa lagi kalau bukan dengan apa yang dicontohkan dan didapatkan dari Gurunya Syaikh Abdul Hakim ini.

Syaikh Yusri suatu ketika pernah bertanya kepada Syaikh Abdul Hakim,
"Wahai Syaikh, saya perhatikan mengapa hafalan anda tidak pernah salah atau keliru?" Tanya Syaikh Yusri kepada Syaikh Abdul Hakim.
"Orang yang rutin mengkhatamkan Al-Qur'an sepekan sekali pasti bakal jadi seperti itu (tidak pernah keliru hafalan Al-Qur'annya)" Jawab Sang Guru kepada muridnya.

Kemudian Syaikh Yusri membeberkan salah satu tips agar kita bisa khatam Al-Qur'an dalam seminggu sekali.
Metode ini terkenal dengan rumus Arab yang berbunyi فمي مشوق Fammi Musyawaaq.

Artinya: Mulutku Rindu.

Sebagaimana jumlah hari yang ada tujuh, begitu pun kalimat Fammi Musyawaaq dalam bahasa Arab itu ada tujuh.

1. Hari pertama, sesuai dengan rumus tadi, diawali dengan huruf 'Fa' dan setelahnya huruf 'Mim' berarti (membaca/menghafal) dari mulai surat Al-Fatihah (Fa) sampai surat Al-Maidah (Mim).

2. Hari kedua, dari surat Al-Maidah (Mim) sampai surat Yunus (Ya).

3. Hari ketiga, dari surat Yunus (Ya) sampai surat Maryam (Mim).

4. Hari keempat, dari surat Maryam (Mim) sampai surat As-Syu'ara (Syin).

5. Hari kelima, dari mulai surat As-Syu'ara (Syin) sampai Washofat (Waw)

6. Hari keenam, dari mulai Washofat (Waw) sampai surat Qof (Qof).

7. Hari ketujuh, mulai dari surat Qof (Qof) sampai akhir surat dalam Al-Qur'an (Surat An-Nas).

Semoga kita bisa meneladani apa yang disampaikan oleh Guru kita Syaikh Yusri...

Sekian.

Sumber: Syaikh Ahmed Hassan

Jabal Mukattam, 11 Juli 2020.

Dituliskan: Achmad Fauzan Azhima
Editor : Rizky Aji Purwantara, S.Hum.

Silahkan disebarluaskan..

Selasa, 30 Juni 2020

Riyadhah Nabawiyah



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين
نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين أما بعد

لمن سلك رضا من الله عز وجل ورسوله صلى الله عليه وسلم  فليحفظن هذه الريضاية النبوية طوال حياته

Bagi para pencari ridha Allah Azza Wa Jalla dan Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wa Sallam hendaknya menjaga riyadhah nabawiyah ini sepanjang hayatnya.

منها
Diantaranya, yaitu:

1. Adab bangun tidur, do'a dan mengusap wajah
2. Membaca surat ali imran ayat 190 - 200
3. Menjaga wudhu, jika batal segera wudhu
4. Shalat ringan dua raka'at sebelum tahajud
5. Shalat witir dengan jumlah raka'at ganjil
6. Memperbanyak istighfar di waktu sahur
7. Menjawab adzan shubuh dengan sempurna
8. Shalat sunnah qabliyah shubuh di rumah
9. Shalat sunnah tahiyat masjid dua raka'at
10. Shalat shubuh berjama'ah di masjid
11. Membaca dzikir setelah shalat shubuh berupa tasbih 33X, tahmid 33X, dan takbir 33X
12. Dzikir pagi sambil duduk hingga terbit matahari dan ditutup dengan membaca tiga surat terakhir dari Al-Qur'an sebanyak tiga kali kemudian ditiupkan ke seluruh tubuh
13. Memperbanyak shalawat kepada Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wa Sallam
14. Shalat sunnah isyraq dua raka'at
15. Sedekah pagi
16. Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur dan tafakkur
17. Bekerja dan mencari rezeki yang halal
18. Berkunjung ke rumah orang yang shalih
19. Menjenguk orang yang sakit
20. Melayat orang yang meninggal
21. Menjawab adzan dzuhur dengan sempurna
22. Shalat sunnah qabliyah dzuhur di rumah empat raka'at
23. Shalat sunnah tahiyat masjid dua raka'at
24. Shalat dzuhur berjama'ah di masjid
25. Membaca dzikir setelah shalat dzuhur berupa tasbih 33X, tahmid 33X, dan takbir 33X
26. Shalat sunnah ba'diyah dzuhur 2 raka'at
27. Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur dan tafakkur
28. Bekerja dan mencari rezeki yang halal
29. Menjawab adzan ashar dengan sempurna
30. Shalat sunnah qabliyah ashar di rumah empat raka'at
31. Shalat sunnah tahiyat masjid dua raka'at
32. Shalat ashar berjama'ah di masjid
33. Membaca dzikir setelah shalat ashar berupa tasbih 33X, tahmid 33X, dan takbir 33X
34. Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur dan tafakkur
35. Bekerja dan mencari rezeki yang halal
36. Menjawab adzan maghrib dengan sempurna
37. Shalat sunnah tahiyat masjid dua raka'at
38. Shalat maghrib berjama'ah di masjid
39. Membaca dzikir setelah shalat maghrib berupa tasbih 33X, tahmid 33X, dan takbir 33X
40. Shalat sunnah ba'diyah maghrib 2 raka'at
41. Dzikir sore dan ditutup dengan membaca tiga surat terakhir dari Al-Qur'an sebanyak tiga kali kemudian ditiupkan ke seluruh tubuh
42. Memperbanyak shalawat kepada Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wa Sallam
43. Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur dan tafakkur
44. Menjawab adzan isya' dengan sempurna
45. Shalat sunnah tahiyat masjid dua raka'at
46. Shalat isya' berjama'ah di masjid
47. Membaca dzikir setelah shalat isya' berupa tasbih 33X, tahmid 33X, dan takbir 33X
48. Shalat sunnah ba'diyah isya' 2 raka'at
49. Membaca ayat kursi
50. Membaca dua ayat terakhir surat al - baqarah
51. Membaca surat al mulk
52. Membaca surat as sajadah
53. Membaca dzikir khusus sebelum tidur berupa tasbih 33X, tahmid 33X, dan takbir 33X
54. Membaca tiga surat terakhir dari Al-Qur'an sebanyak tiga kali kemudian ditiupkan ke seluruh tubuh
55. Adab sebelum tidur: suci, miring ke kanan, menghadap kiblat, kedua tangan di bawah pipi, dan membaca do'a

Karangharjo, Glenmore, Banyuwangi.
Rabu, 1 Juli 2020 M
Pukul 05.00 - 08.00 Pagi
Waktu Indonesia Barat

Ditulih oleh:
Rizky Aji bin Paji bin Warits bin Karno
Murid Tarekat Yusriah Syadziliah Qadiriah

Keterangan foto:
Sang Guru bersama Habib Luthfi Pekalongan